Pages

January 16, 2011

Forgive is not to Forget!

Pernah nyobain coklat yang ada rasa buahnya? Maksudnya coklat yang dicampur krim rasa strawberry atau orange? Kalau kalian belum pernah nyobain, sungguan deh, kalian harus mulai cari dan nyobain tuh coklat. Beda dari coklat biasa, kalo coklat yang ada rasa orange atau strawberry-nya entah kenapa jadi enak gitu menurut aku. 

Kenapa kok tiba-tiba suruh kami nyobain coklat seperti yang kamu ceritakan itu?
Ya gapapa, kan menurutku enak, jadi saya berbagi gitu. Kemarin sempet liat sih, ada tuh produk Silverqueen yang baru, Silverqueen Orange peel dan kayaknya tuh enak. Kalian boleh coba tuh :D (jangan lupa inget gw yah kalo beli :p)

Ok, terus apa hubungan-nya tuh coklat sama postingan kali ini?
Hmm? *garuk2* Gak ada! Huehehehe :p

Dasar lo!!

Ok2, kembali ke jalur yang benar, huehehe. Kalian tentunya pernah merasa tersakiti oleh perbuatan seseorang dan mungkin saja kalian juga pernah menyakiti seseorang dengan apa yang kalian perbuat. Yak, kenapa saya berbicara lagi tentang hal ini? Dulu memang saya sudah pernah berbagi tentang yang satu ini, tetapi karena kemarin baru saja saya mengikuti seminar Forgiveness, ada hal-hal yang ingin saya kembali tuangkan bagi anda semua yang membacanya. :)


Aku bukanlah seorang pakar dalam hal ini tentunya, jadi sebelum kalian memutuskan untuk membaca postinganku kali ini, kalian boleh berpikir sejenak untuk menyelesaikan membaca postingan ini sampai tuntas atau cukup di sini saja. Jangan setengah-setengah, jika ya maka lanjutkan sampai anda nantinya selesai membaca semuanya dan jika tidak, lebih baik anda berhenti saja di sini supaya tidak timbul perasaan dalam hati anda dan mengira bahwa anda adalah orang yang paling tidak beruntung di dunia ini karena apa yang telah kalian alami dan kalian merasa tak ada yang bisa menolong kalian mengobati rasa sakit itu.

Tentunya kalian yang pernah tersakiti, mengampuni terkadang menjadi hal yang paling susah untuk dilakukan. Seakan-akan mengampuni adalah hal yang paling berat nomor 1 dalam hidup anda. Dan karena beratnya mengampuni seseorang yang telah melukai bahkan menghancurkan hidup anda, anda berusaha menghindar dari hal itu dan membiarkannya begitu saja. Membiarkan begitu saja, mengalir begitu saja dan tanpa penyelesaian. Sampai kapankah anda akan seperti itu? Tidak, saya rasa anda tidak akan bisa bertahan begitu lama dengan keadaan seperti itu. Mungkin saja perasaan benci akan kembali muncul di saat anda bertemu kembali dengan orang tersebut, entah sengaja atau tidak sengaja.

Mungkin saya tidak berbeda jauh dari anda jika dilihat dari sisi orang yang pernah tersakiti dan menyakiti. Saya juga pernah mengalami masa-masa dimana saya benar-benar marah karena saya merasa tersakiti begitu dalam. Ada kira-kira 1 setengah tahun saya tidak berbicara dengan orang yang telah menyakiti hati saya dan kenyataanya dalam 1 setengah tahun itu saya bertemu dengannya setiap hari. Oh, menatap mukanya saja saya tidak mau, gila bener!

Tapi apa yang terjadi saat ini dan saat kemarin saya mendengarkan seminar tentang Forgiveness? Thanks to God, setelah saya berdiam sejenak dan merenungkan kembali masa-masa itu, ternyata saya sudah bebas dari itu. Apa artinya itu? Saya sudah mengampuni orang yang menyakiti hati saya. 

Ya, sudah sejak lama memang saya membuat pilihan untuk menyudahi rasa dengki dan amarah dalam hati ini terhadap orang yang menyakiti hati saya. Dan ternyata ketika saya ber-refleksi kembali, ternyata jawabannya benar-benar tuntas-tas! Lega? Ya, saya lega sekali :D

Mengampuni bukanlah hal yang mudah. Alkitab mencatat peristiwa tentang mengampuni dalam Matius 18: 21-22. Di sana Petrus bertanya kepada Yesus, "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?". Angka 7 dipakai oleh Petrus karena menurut orang pada jaman itu, angka 7 melambangkan kesempurnaan. Tapi Yesus menjawab, "Bukan! Aku berkata kepadamu : Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali...".

Bagaimana mungkin? Mengampuni orang sekali saja sudah susahnya amit-amit kok malah sama Yesus disuruh tujuh puluh kali tujuh kali! Mungkin itu hal yang terbesit dalam pikiran kalian. Yah, tujuh puluh kali tujuh kali maksudnya adalah kita harus terus dan terus belajar untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Ingat, mengampuni adalah proses pembelajaran.

Tidak mungkin anda hari ini berkata "..saya telah mengampuni orang itu.." dan semuanya menjadi baik seperti yang anda harapkan, seakan-akan semuanya seakan tidak pernah terjadi. Kenyataanya anda seringkali masih marah dan benci ketika anda bertemu dengan orang tersebut di kemudia hari. Itulah mengapa mengampuni adalah sebuah proses, dan kita belajar terus-menerus dalam hal mengampuni.

Syaa juga tidak bisa mengajari anda bagaimana cara mengampuni seseorang. Semua itu hanya anda sendiri yang bisa melakukannya. Hal yang paling utama saat anda akan memutuskan untuk mengampuni seseorang adalah buatlah komitmen untuk benar-benar mengampuni orang tersebut. Pegang komitmen itu untuk anda menjalani proses pembelajaran anda, supaya anda tidak dikuasai kembali oleh amarah yang berlebihan saat anda harus dipertemukan dengan orang itu kembali.

Pelan tapi pasti, anda pasti bisa belajar mengampuni orang yang menyakiti hati anda. Minta Papi yang di sorga untuk membantu kalian dalam proses itu. Kita bisa mengampuni seseorang karena itu kita telah diampuni oleh Papi kita. Kalau Papi kita bisa mengampuni kita yang begitu berdosa, kita sebagai anaknya tentunya harus belajar mengampuni juga bukan?

Tanda-tanda jika anda sudah bisa mengampuni pada umumnya:
  • Anda sudah bisa tidur nyenyak, tidak ada beban tentang orang yang pernah menyakiti hati anda.
  • Anda sudah bisa makan dengan enak, merasakan rasa makanan entah itu manis, asin, enak atau gak enak.
  • Anda sudah bisa beraktivitas dengan tenang tanpa dibayangi oleh gambaran orang itu lagi.
  • Anda sudah bisa BAB dengan lancar *lhoo?! kalau mau BAB lancar mah makan banyak sayur atau yang berserat begitu :p huehehehehehehe..*
  • Anda mau mencoba coklat dengan campuran buah seperti orange atau strawberry karena anda sudah bisa merasakan makanan yang enak. *lho lho lho, gile lu prim! Hiyahahahahahaaa.. :*
  • Anda tidak lupa dengan saya saat membeli coklat itu.. *sudah-sudah.., makin menjadi-jadi*
  • etc..
Ya, tentunya masih ada banyak hal positif lagi yang akan anda rasakan dalam menjalani hidup anda jika anda telah benar-benar mengampuni orang yang telah menyakiti diri anda dengan tuntas. Tak perlu takut dalam mengampuni seseorang. Jika anda belum siap, tidak apa karena ingatlah kembali bahwa mengampuni adalah proses belajar.

Forgive is not to forget! Selesaikan masalah kalian dan jangan berusaha untuk melupakannya karena nantinya itu akan menjadi beban yang selalu menghinggapi diri anda.

Semoga postingan ini bisa jadi berkat buat kalian semua. God bless! :)