Pages

August 7, 2011

Catatan PKL [1 bulan + 2 minggu] #2

• Hubungan nilai IP tinggi dan mencari pekerjaan.

Saat duduk di bangku kuliah, saya merasakan begitu ketatnya persaingan IP antar mahasiswa. Semua tentu berlomba-lomba untuk mendapatkan IP setinggi mungkin. Ok, ada banyak alasan di balik itu, mulai dari yang +ve sampai yang -ve.

Tetapi, dari sharing pengalaman di tempat PKL saya, yang namanya IP juga tidak sepenuhnya memastikan bahwa kita pasti mudah mencari tempat kerja setelah kita lulus nantinya. Kenapa? Mudahnya, saat ini IP tidak bisa menjadi ukuran murni dari kemampuan seorang mahasiswa. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapat IP tinggi, mulai dari cara yang +ve sampai yang -ve.

Jadi? Saat ini IP beralih fungsi dari alat ukur kemampuan mahasiswa menjadi alat "filter". Maksudnya? Contoh, sebuah perusahaan membuka lowongan kerja dengan salah satu kriterianya yaitu IP minimal 3,00. Bayangkan sekarang jika kriteria IP ini dihilangkan. Ada berapa banyak orang yang melamar kerja di tempat ini? Mungkin, ratusaaaaan.. Lalu bagaimana mungkin pihak perusahaan melakukan seleksi dari ratusan lamaran ini? Mau baca aja uda malas mungkin karena banyaknya lamaran pekerjaan yang masuk.

Nah, dengan adanya kriteria IP minimal ini, tentu saja secara tidak langsung ini menjadi filter bukan? Hanya orang yang memang memiliki IP di atas 3 yang akan mengirimkan lamaran kerja nya ke perusahaan tsb. Dengan begitu, pihak perusahaan tidak akan terlalu pusing dengan membeludaknya lamaran pekerjaan, karena kriteria IP minimal ini secara tidak langsung telah melakukan filter.

So, nilai+proses+pengalaman! Nilai saja tak cukup. Proses juga perlu dan pengalaman juga penting. Cari banyak pengalaman dari proses dan nilai akan menjadi ukuran atas proses yang kita jalani. :)