Pages

August 31, 2012

New target, revealed!

Sekolah? Sudah..
Kuliah? Sudah..
Dan kini saatnya bekerja..

Ya, saat di bangku kuliah, saya selalu berpikir bahwa jika kuliah saya selesai, maka beres sudah, hanya tinggal bekerja dan sudah. Sederhana sekali pemikiran saya. Mungkin pemikiran itu muncul karena sudah lama berada di bangku pendidikan.

Kalau dulu, duduk di bangku sekolah, saya masih punya target seperti naik kelas, nilai ulangan bagus, dan masih banyak lagi. Selanjutnya saat di bangku kuliah, rasanya tidak jauh berbeda. Mendapatkan indeks prestasi yang membanggakan, mendapatkan ilmu yang saya suka, berhasil dalam setiap mata kuliah yang saya ikuti, dan lain-lain. Jadi, dulu saya berpikir, kalau sudah selesai kuliah kan kerja tuh, kayaknya uda gak bakalan ada target-target lagi seperti yang saya alami di bangku pendidikan itu..

Kini sudah ada kira-kira 4 bulan saya terjun di dunia kerja dan pemikiran saya berubah lagi. Ternyata tidak sesederhana seperti yang saya pikirkan dahulu. Target-target baru muncul dengan sendirinya saat saya terjun di dunia kerja. Bagaimana tidak muncul, target itu adalah soal masa depan saya. Bagaimana saya survive di kehidupan saya dengan skill yang sudah saya punya.



Banyak orang bekerja mencari uang? Ok, saya rasa tidak salah asal kita masih berada dalam koridor pemikiran yang benar tentang uang (jangan sampai kita menjadi hamba uang). Tetapi di samping itu, saya mulai berpikir dengan hal-hal lain. Tentang kehidupan saya, pekerjaan saya, keluarga saya saat ini, dan keluarga saya di masa depan.

Ok, tampaknya semuanya memang berhubungan. Dan target yang paling jauh adalah tentang 'keluarga masa depan'. Saya harus mencari pekerjaan yang saya suka, namun di samping itu saya harus mencari 'modal' untuk 'keluarga masa depan' saya.

Saya mulai terpikir untuk kapan saya bisa resmi menanggalkan status jomblo saya.
Saya juga mulai terpikir tentang hari di mana saya akan bertemu dengan orang tua dari pasangan saya.
Selanjutnya, saya mulai terpikir juga tentang bagaimana saya dan pasangan saya akan menjalani hidup bersama.
(..dan masih banyak lagi, dan ini bukanlah hal yang konyol karena setiap orang akan merasakannya nanti..)

Jadi, saya harus mulai menata hidup saya.. Menata untuk masa depan dan tujuan yang terbayang.., dan menemukan keinginan Tuhan di hidup saya..