Pages

March 28, 2012

Finally, I got the answer!

I Finally Found! Itu adalah tema retreat Youth Community yang baru saja saya ikuti pada tanggal 22 - 24 maret 2012. 3 hari 2 malam saya habiskan bersama teman-teman baru, dan seperti judul tema besarnya itu, saya memang mendapatkan sesuatu. Jadi apa yang saya dapatkan? Jawaban. Ya, sebuah jawaban dari sebuah pertanyaan yang tidak pernah bisa saya jawab selama ini.

Semuanya itu diawali dari pernyataan bahwa Tuhan itu baik dan adil. Terutama soal kejadian setiap kita sebagai manusia, sungguh ajaib adanya.
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan atas seluruh ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (Kejadian 1:26)

Suatu hari, seperti biasa papa memutar lagu rohani kesayangannya di dalam mobil, dan kami pergi untuk sebuah urusan. Di tengah jalan, di sebuah perempatan, lampu lalu lintas menyala merah. Mataku tertuju pada sesosok orang yang sungguh buruk rupa, sungguh mengerikan dan saya merinding. Sepertinya penyakit itu menyerang tubuh orang tersebut dari ujung kepala hingga ujung kaki. Badan orang itu penuh benjolan dari ukuran biji jeruk sampai ukuran bola tenis, bahkan lebih besar lagi.

Sejenak saya berpikir, kenapa? Bukankah Tuhan menciptakan kita itu baik adanya? Sebagai contohnya, ambil saja diri saya sendiri, saya memang harus bersyukur bahwa saya tidak seperti orang yang saya lihat saat itu. Saya masih bisa melakukan banyak hal. Saya masih punya orang-orang yang memperhatikan saya. Mungkin semua itu berbanding terbalik dengan apa yang dialami oleh orang itu. Jadi, apakah itu adil baginya? Saya bisa datang ke gereja tiap minggu, bernyanyi, memuji Tuhan. Namun, jika posisi saya sebagai orang yang buruk rupa itu, mungkin saya akan sulit untuk melakukan hal-hal seperti yang bisa saya lakukan selama ini.

Kenapa Tuhan? Saya terus berpikir namun tak kunjung mendapati jawaban.

Namun, retreat kemarin telah memberi saya jawaban atas pertanyaan itu. Jawabannya ada di dalam bacaan Yohanes 9 : 1 - 3. Terima kasih kepada pak Adrian Permana, melalui beliau saya bisa memperoleh jawaban dari pertanyaan yang selama ini sulit saya jawab. Amin! Kita? Kita harusnya bisa jadi orang yang memberikan dorongan bagi mereka supaya mereka tidak mengasihani diri terus menerus. Kenapa? Karena pasti, pasti dan pasti, telah ada yang Tuhan siapkan bagi mereka, dan rancangan itu ada di dalam Tuhan.

Sekali lagi melalui video inspiratif Lena Maria menguatkan saya kembali bahwa selama kita mau mengusahakan yang terbaik, kita pasti bisa karena tak ada yang mustahil bagi Tuhan. Mari berusaha dengan lebih baik karena Tuhan pasti menyediakan yang terbaik bagi kita. God bless!