Pages

February 8, 2010

Manual book..?

Yak, postingan ini masih sama dengan postingan sebelumnya, yaitu tentang relationship. Sabtu lalu, february 6 2010, aku mendapat khotbah yang berjudul "..apakah dia pasanganku..?". Di sana sedikit banyak ditekankan lagi tentang relationship, terutama dengan pasangan tentunya. dan apa yang didapat..?
"..Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakan terang dapat bersatu dengan gelap..?" (2 Korintus 6 : 14)
Mendengar kata-kata di atas, aku teringat lagi tentang khotbah yang ada di cd tentang relationship itu. Ya, di dalam cd itu memang dibicarakan tentang relatioship yang menyangkut dengan spirit dan soul! *hahaha* Semua itu dihubungakan dengan gaya relationship orang jaman sekarang. Kalau orang jaman sekarang, mereka lebih suka model yang praktis. Jadi fisik dahulu, baru soul dan spirit/faith yang dilihat. Melihat tampilan luar dulu, baru melihat soulnya dan lalu yang terakhir baru melihat faith. Padahal seharusnya yang dilihat adalah spirit/faithnya terlebih dahulu, baru kemudian jika merasa cocok bisa melangkah ke soul dan yang terakhir adalah fisik.


Berbicara tentang spirit/faith, diumpamakan seperti manual book. *hihihi* Jadi, saat kita seddang menjalani tahap menngenal seseorang, lihat dulu manual booknya, apakah sama dengan manual book kita! Jangan menganggap remeh manual book, karena itu juga berhubungan erat dengan spirit/faith seseorang yang kita kenal juga. Seringkali kita temui orang berkata, "..tidak apa, nanti aku yang akan mengubah hidupnya..". HOITS! Jangan salah! Memangnya kita siapa bisa seenaknya dengan mudah mengubah hidup seseorang ke arah yang kita inginkan? Yang bisa mengubah seseorang ya cuma Bapa kita. Jadi hilangkan pola pikir dimana kita bisa mengubah seseorang, karena nantinya yang ditemui adalah perbedaan.

Jadi periksa manual booknya! Lalu, kalau sudah diperiksa manual booknya dan ternyata manual booknya sama, baru sekarang bertanya dong! Pernahkah manual booknya dibaca..?? *wah ini nih kebiasaan buruk kita, kalo punya barang baru, langsung aja dicoba barangnya! Padahal ada manual booknya, tapi kita lebih suka mencoba barang itu terlebih dahulu tanpa manual book! Dicoba dan dicoba, eh lalu menemukan masalah atau rusak dan yang terakhir baru cari manual booknya di mana? Huahahahaa... Lalu setelah baca manual booknya baru ngomong, "..oooooooohhh, begitu toh..". Huahahahahaa, kebalik tau!! Ya baca manual booknya dulu dong! hihihi...*

Nah, ingat itu, pentingnya manual book! Dan hal tentang kepenuhan yang sebelumnya sempat disinggung di postingan sebelumnya, itu kepenuhan diri sendiri. Artinya apa kita sudah benar-benar siap melangkah ke hubungan yang serius. Bukan lagi main-main bukan jika kita mengatakan hal yang berhubungan dengan yang namanya "pacaran"..? Pacaran bukan main-main lagi, kedua belah pihak harus sama-sama penuh, artinya sama-sama siap menjalani segalanya. Penuh bagaimana? Ya artinya berisi, siap mengambil tindakan yang tepat dan tidak gegabah ketika nantinya menemui obstacles di tengah jalan. Saling memahami satu sama lain, jangan menuntut pasangan untuk menyelesaikannya sendiri! Itu namanya kamu mencoba memenuhi gelasmu dengan air dari gelas pasanganmu. Kalau sama-sama penuh, kalian bisa mengeluarkan ide itu bersama-sama dengan pertimbangan-pertibangan yang matang tentunya bukan!

Dan yang perlu diingat, mencari kepenuhan bukan dari orang lain! Yang bisa memenuhi diri kita adalah Papi kita sendiri. Cari kepenuhan hidup di Papi! hihihi...

Semoga berguna bagi kalian! God bless!