Pages

February 6, 2010

100 : 100 not 50 : 50

Yeah, akhirnya cd ke 4 tentang relationship telah selesai kudengarkan. Walau 4 cd yang ada sudah selesai aku dengarkan semua, tetapi rasanya aku ingin menglangnya sekali lagi dari awal. Ya cuma ingin mendapatkah hal-hal lain yang aku rasa terlewat begitu. Hahaha, tetapi ini beberapa yang aku tangkap di cd ke 4...
"hundred-hundred not fifty-fifty"
Ok, lagi-lagi tentang relationship. Setiap hari kita pasti berelasi dengan orang. Ambil contoh teman, atau pasangan kita. Jadi, menyambunng dari postingan saya sebelumnya, disini dijelaskan lebih lanjut tentang relationship terutama dengan pasangan kita. Dalam relatioship, yang perlu diperharkan adalah kesiapan kita sendiri! Jangan menganggap diri sudah siap jika memang belum siap, karena itu akan berpengaruh dalam hubungan kita nantinya.



Seringkali yang ada ketika seseorang menginginkan seorang pendamping, yang terpikir di otaknya adalah mencari kepenuhan. Sering orang berkata, "..jika dia pasanganku, maka hidupku terpenuhi sudah..". Atau yang lainnya yang bunyinya mirip-mirip dengan yang satu tadi *hihihi, saya pun pernah menjalani masa-masa itu*. Hati-hati, jangan salah. Pasangan bukanlah tempat atau objek untuk mencari kepenuhan diri atau kepenuhan hidup.

Intinya adalah 100:100! Bukan 50:50 lagi jika kita sudah berbicara tentang relationship. Artinya dua orang yang berelasi tersebuh darus benar-benar "penuh"! Jangan pernah mencari kepenuhan dalam diri pasangan kita karena itu tidak akan kita temui, malah hanya akan menguras apa yang ada di dalam diri pasangan kita. Keduanya baik kita maupun pasangan kita harus "penuh" *dalam artian siap segala sesuatu*. Jadi diri kita 100% dan diri pasangan kita juga 100%. Jika keduanya penuh, maka disanalah keduanya bisa saling berelasi dan membentuk hubungann dengan baik.

Seringkali yang kita temui adalah tipe 50:50. Dan dengan tipe itu, mereka mencari kepenuhan diri mereka dari pasangan mereka. Akibatnya, karena yang satu mencari kepenuhan dari pasangannya, yang terjadi adalah pasangannya mengalami kekosongan. Di satu sisi yang satu mulai mendapatkan kepenuhan, tetapi yang satu mengalami kekosongan secara perlahan dan lama-lama habis.

Andaikan diri kita dan diri pasangan kita seperti dua buah gelas yang ditaruh bersebelahan. Jika diri kita dan pasangan kita hanya 50:50, artinya kedua gelas itu juga diisi dengan air setengah gelas saja. Dan ketika salah satu mencari kepenuhan dari pasangannya, maka yang terjadi adalah yang satu mengambil milik yang lain. Perlahan menjadi 60:40 lalu 70:30 dan lama-lama salah satu akan mengatakan, "..PENUH SUDAH! huahahahaha.." yang artinya satu gelas berisi 100% tetapi INGAT di sisi lain gelas itu kosong alias 0% dan itu artinya pasangan kita menjadi kosong karena kita mencari kepenuhan pada diri pasangan kita.

Jangan melakukan hal yang merugikan diri kita sendiri atau pasangan kita. Dating itu perlu, tetapi jangan menggunakan dating untuk hal-hal yang tidak berguna. Gunakan dating untuk bertanya sebanyak mungkin tentang diri pasangan kita. Kenali pasangan kita lebih dalam supaya kita tahu lebih jauh lagi siapa dia. Jangan terburu-buru mengatakan bahwa "dia adalah satu-satunya" kalau kita mengenal saja belum. Seringkali bukan di jaman ini kita temu orang-orang yang terburu-buru dalam menentukan pasangan hidupnya tanpa mengenali lebih dulu siapa pasangannya. Bukankah sudah ada pepatah, "..malu bertanya sesat di jalan.."! Lalu kenapa tidak memulai semuanya dengan bertanya dan bertanya? *tetapi jangan bertanya-tanya sendiri, artinya kamu masih bingung! huahahaha*

Jadi intinya kedua orang tersebut harus penuh sehingga saat menjalani hubungan itu, tidak ada lagi yang mencari kepenuhan pada diri pasangannya. Penuhi dirimu sendiri terlebih dahulu dan jika sudah, jangan lupa memastikan kepenuhan diri dari pasanganmu! Sudah siapkah kalian berdua..?

If God give us the best, why we settle for the less..? Right..?

God bless!