Pages

December 12, 2012

Amazing

Terkadang saya bisa membayangkan dan melihat seperti apa raut wajah seseorang di masa tuanya nanti...

Luar biasa, dan sadarkah anda bahwa kemampuan membayangkan sesuatu itu tidak dimiliki oleh semua makhluk hidup? Manusia bisa membayangkan sesuatu, itu hal yang menakjubkan dari Tuhan untuk setiap kita :)

December 8, 2012

Tak perlu takut, tak perlu kuatir

Anda sedang menghadapi masalah atau pergumulan?
Anda sedang bingung?
Anda sedang sebal kepada seseorang?
Anda sedang marah karena suatu hal?
Anda bingung harus berbuat apa?

Pertanyaan yang harus anda jawab cuma 1: percayakah anda bahwa Tuhan tau apa yang sedang anda hadapi saat ini dan Dia melihat semua itu?

Sooo, kenapa takut? :) Dia tahu dan pandanganNya tidak pernah terlepas dari kita! Bersukacitalah :)

November 15, 2012

2 anak memang cukup!

Buat yang sudah mikir2 pengen punya anak berapa, saran saya sih memang 2 cukup..

Simple ajah, kalau punya 2 anak, brarti 1 keluarga isinya 4 orang kan.. Bisa pake mobil kecil dulu alias city car yang cukup muat 4 orang, dan umumnya ga menguras uang di masa masa membangun keuangan..

Ntar, kalo uda pada gede dan anak punya pasangan masing-masing, brarti 1 keluarga ada 6 kalo pas pergi bebarengan, nah bisa pake mobil keluarga tuh, pas deh 6 orang + 1 sopir.. Harusnya beli mobil keluarga uda ga seberat di awal dulu, karena kondisi ekonomi keluarga harusnya sudah tertata..

So, 2 anak cukup.. hahaha...!!

October 19, 2012

Membunuh perasaan

Di suatu hari yang tenang, seperti biasa, saya melakukan pekerjaan saya sehari-hari. Hari-hari yang saya jalani juga seperti biasa saja, percampuran hal-hal yang menyenangkan dan ada juga hal-hal yang tidak menyenangkan. Nah, yang jadi sorotan adalah hal-hal yang terkadang membuat saya sebal, marah atau mengkin galau (#eaaaa). Jadi saya mulai merenung dan berpikir..
Tak jarang, saya menghadapi hal-hal yang mungkin bisa dibilang kurang menyenangkan.., dan beberapa hal tersebut terkadang berulang dalam keseharian saya.. Bisa dibilang, saya sudah biasa-biasa saja menghadapi saat-saat atau peristiwa seperti itu.. Semacam, "I'm the winner! Sudah biasa seperti itu.., alias sudah kebal".

Tapi saya coba berpikir ulang, apakah itu baik?? Kebal dengan sebuah hal, khususnya hal yang kurang menyenangkan atau tidak menyenangkan. Kalau dipikir-pikir lagi, kebal itu bisa dibilang saya telah "membunuh" perasaan saya terhadap hal tersebut. 

Membunuh perasaan? Saya pikir ini bukan hal yang baik. Ya, hal ini seringkali tidak disadari seseorang. Dan saya pikir tidak seharusnya saya membunuh perasaan saya, karena bisa saja dibilang saya acuh tak acuh dengan apa yang saya hadapi. Tapi saya juga bingung sendiri, terkadang ada situasi dimana kita tidak bisa menyelesaikannya, sehingga harus acuh tak acuh..


Entahlah, saya bingung juga lama-lama.. Tapi saya pikir, jikalau mungkin, lebih baik tidak membunuh perasaan kita. Kenapa? Karena menurut saya, itu akan terlihat lebih natural :)

Anda punya pendapat? Boleh share di comment jikalau ada.. :)

September 9, 2012

Bukan kita, tapi karena anugerah-Nya!

Saya mengingat sebuah sesi persekutuan bersama dengan Pdt. Irwan Pranoto yang bertema besar tentang pelayanan. Beliau sedikit bercerita tentang bagaimana gugupnya ketika beliau pertama kali berkhotbah saat menjalani masa studinya di sebuah seminari Alkitab. Kira-kira, beginilah yang beliau ceritakan pada saat itu..

Di saat harus berkhotbah pertama kali, rasanya dug-dug-dug, bisa nggak ya.. Sebelumnya berdoa dulu sama Tuhan supaya diberi hikmat dan pimpinan dalam memberitakan Firman Tuhan.. Tak lama kemudian, khotbah selesai dan setelah ibadah selesai, ada yang berkata kepada saya,
Pak Irwan, tadi bagus lho khotbahnya..
Setelah itu, saya masuk ke kamar, bersujud kepada Tuhan, berterima kasih untuk pimpinan Tuhan. Itu semua adalah anugerahNya semata.

1 kalo khotbah, deg-deg-an. 2 kali, masih ada gugupnya. 3 kali, 4 kali, 5 kali dan seterusnya lama-lama..?


Itu adalah cuplikan singkat dari apa yang saya dengar dari pak Pdt. Irwan Pranoto.

Umumnya, jika kita sudah seringkali melakukan sesuatu, perasaan takut, gugup akan semakin kecil atau bahkan hilang. Tapi, hati-hati. Di saat kita tidak lagi merasakan perasaan semacam itu lagi, kita seringkali lupa dengan Tuhan. Merasa diri bisa mengatasinya sendiri, tidak lagi seperti dulu. Dan akhirnya, kita tidak meminta pimpinan Tuhan.


Apakah kita masih selalu ingat akan Tuhan saat kita melayani? Apakah kita masih ingat bahwa Tuhan yang mengijinkan, yang memampukan, dan yang memberikan anugerah itu untuk kita melayani? Atau mungkin kita sudah lupa dengan semua itu selama kita melayani Tuhan? Semoga ini bisa menjadi pengingat untuk setiap kita. Tetaplah bersandar padaNya dan bersyukurlah senantiasa. Tuhan memberkati!

September 7, 2012

Pelayanan

Apa yang anda pikirkan pertama kali saat anda membaca judul postingan kali ini? 
Pelayanan
Emang, kenapa dengan pelayanan? Ok, mari kita lihat dari kehidupan kita sehari-hari dulu..

Hari ini, teknologi terus berkembang. Jika kita mencoba sejenak membandingkan tentang hari ini dan hari di beberapa waktu yang lalu (1 tahun lalu, 10 tahun lalu, dst..), semuanya tampak berbeda tentunya. Kalau dilihat-lihat, hari ini semua pada tau, kenal atau mungkin gila dengan yang namanya teknologi.