Pages

September 9, 2012

Bukan kita, tapi karena anugerah-Nya!

Saya mengingat sebuah sesi persekutuan bersama dengan Pdt. Irwan Pranoto yang bertema besar tentang pelayanan. Beliau sedikit bercerita tentang bagaimana gugupnya ketika beliau pertama kali berkhotbah saat menjalani masa studinya di sebuah seminari Alkitab. Kira-kira, beginilah yang beliau ceritakan pada saat itu..

Di saat harus berkhotbah pertama kali, rasanya dug-dug-dug, bisa nggak ya.. Sebelumnya berdoa dulu sama Tuhan supaya diberi hikmat dan pimpinan dalam memberitakan Firman Tuhan.. Tak lama kemudian, khotbah selesai dan setelah ibadah selesai, ada yang berkata kepada saya,
Pak Irwan, tadi bagus lho khotbahnya..
Setelah itu, saya masuk ke kamar, bersujud kepada Tuhan, berterima kasih untuk pimpinan Tuhan. Itu semua adalah anugerahNya semata.

1 kalo khotbah, deg-deg-an. 2 kali, masih ada gugupnya. 3 kali, 4 kali, 5 kali dan seterusnya lama-lama..?


Itu adalah cuplikan singkat dari apa yang saya dengar dari pak Pdt. Irwan Pranoto.

Umumnya, jika kita sudah seringkali melakukan sesuatu, perasaan takut, gugup akan semakin kecil atau bahkan hilang. Tapi, hati-hati. Di saat kita tidak lagi merasakan perasaan semacam itu lagi, kita seringkali lupa dengan Tuhan. Merasa diri bisa mengatasinya sendiri, tidak lagi seperti dulu. Dan akhirnya, kita tidak meminta pimpinan Tuhan.


Apakah kita masih selalu ingat akan Tuhan saat kita melayani? Apakah kita masih ingat bahwa Tuhan yang mengijinkan, yang memampukan, dan yang memberikan anugerah itu untuk kita melayani? Atau mungkin kita sudah lupa dengan semua itu selama kita melayani Tuhan? Semoga ini bisa menjadi pengingat untuk setiap kita. Tetaplah bersandar padaNya dan bersyukurlah senantiasa. Tuhan memberkati!