Pages

December 22, 2011

Apa pemberianmu?

(#100) Bulan desember telah tiba dan itu artinya sekali lagi kita akan merayakan natal. Tapi apa sih arti natal untuk anda? Mari renungkan sejenak makna natal bagi anda.

Jika kita mengingat kembali di masa waktu kita kecil dahulu, natal mungkin identik dengan hadiah atau bahkan santa yang juga berhubungan soal hadiah. Mungkin dulu kita seringkali berpikir, "..dapat apa yah di natal kali ini..?". Dewasa ini mungkin hal-hal seperti itu sudah berkurang, tapi tak jarang juga ditemui hal serupa pada anak-anak jaman sekarang.

Jika kita mengingat bagaimana para tokoh di Alkitab merayakan natal yang mana merupakan kelahiran Kristus itu, kita bisa melihat apa yang mereka lakukan.

Para gembala di yang menjaga domba-dombanya.
Jika kita mencoba memahami apa yang dilakukan para gembala setelah mendapat berita kesukaan dari malaikat, apa yang mereka berikan? Tampaknya mereka tidak memberikan pemberian dalam bentuk benda, namun yang mereka berikan adalah waktu. Tampaknya itu hal yang kecil bagi kita, namun bagi para gembala yang menjaga dombanya pada waktu itu, meninggalkan sejenak pekerjaan mereka menjaga domba-dombanya bukanlah pekerjaan yang mudah. Bagaimana dengan kita saat ini? Kadang kita masih suka pilih-pilih jika waktunya pergi ke gereja.


Para Majus dari timur.
Seperti yang sering kita baca dan dengar, saat Kristus lahir, para Majus dituntun oleh bintang terang menuju ke tempat Kristus lahir, dan mempersembahkan mas, kemenyan dan mur. Tentunya ketiganya adalah benda-benda yang berharga di masa itu. Mereka rela berjalan jauh melewati padang gurun untuk memberikan persembahan yang terbaik untuk Kristus. Melewati padang gurun walau dengan tuntunan bintang terang bukanlah hal yang mudah, dimana padang gurun juga merupakan tempat para pencuri berkeliaran.

Maria, yang dikaruniai Roh Kudus.
Maria sendiri, ketika ia mendengar dari malaikat bahwa ia akan dikaruniai seorang anak yang diberi nama Yesus, dia pun mengatakan, "..sesungguhnya aku adalah hamba Tuhan..". Hamba di sini artinya adalah seseorang yang memberikan seluruh hidupnya untuk dipakai sebagai alat. Maria memberikan dirinya sebagai hamba Tuhan.

Melihat dari semua cerita Alkitab itu, ada satu hal yang sama, yaitu memberi. Natal segera tiba. Bukan waktunya lagi kita menunggu pemberian. Ini saatnya sekali lagi kita memberi. Apa pemberianmu bagi Tuhan?

Semoga menjadi renungan untuk kita semua. Tuhan Yesus memberkati anda.