Pages

May 29, 2013

Etos Kerja

Etos kerja dapat diartikan sebagai sikap, karakter dan perilaku kerja seseorang yang lahir dari keyakinan dan paradigma seseorang tentang bekerja. -- dikutip dari buku Bekerja tanpa kehilangan Visi, Perkantas.
Tadi malam, saya dan beberapa teman saya membahas tentang etos kerja. Tentang apa itu etos kerja, setiap orang tentunya bisa saja memiliki pendapat masing-masing. Saya sendiri memahami etos kerja seperti berikut: bagaimana kita dalam memandang, melakukan dan menyikapi suatu perkejaan. Ini topik yang begitu menarik bagi saya yang belum lama terjun dalam dunia kerja. Dan benar saja, saya dan rekan-rekan KTB saya menghabiskan waktu 2 jam untuk membahas etos kerja. Menarik.

Salah satu hal menarik yang kemarin kami bahas adalah tentang kondisi tempat kerja kami. Sebagai seorang Kristen, kita harusnya memiliki integritas dalam menjalani pekerjaan kita. Namun permasalahannya, terkadang tanggung jawab dalam pekerjaan kita bertentangan dengan sisi intergitas.



Ambil contoh yang mudah saja, misalnya anda diminta berbohong dan memanipulasi data perusahaan demi kepentingan bersama. Jika anda melakukannya, anda tidak menunjukkan intergritas sebagai seorang Kristen. Namun jika anda tidak melakukannya, anda akan dihadapkan dalam masalah besar antara anda dan rekan kerja anda (bisa jadi dimarahi, dikucilkan, bahkan dipecat).

Kemarin kami menarik kasus kecil di atas ke lingkup yang lebih kecil lagi, yaitu pajak. Andai saja jika anda tergabung dalam sebuah perusahaan yang telah lama berdiri dan setelah sekian lama anda berada di sana, anda mengetahui bahwa perusahaan tempat anda bekerja menggelapkan pajak. Nah sekarang andaikan saja jika anda memiliki wewenang dalam perusahaan tsb, apa yang akan anda lakukan?

Argumen pertama, mungkin anda ingin memperbaiki perusahaan tsb, membayar pajak utuh secara jujur, namun anda mungkin saja menghadapi resiko yaitu anda didenda dalam jumlah yang sangat besar karena perusahaan anda telah sekian lama menggelapkan pajak.

Agrumen kedua, mungkin anda akan tetap dalam posisi menggelapkan pajak dan berharap semua baik-baik saja, namun tidak dengan hati nurani anda. Ya, saya yakin hati nurani anda akan bergejolak hebat.

Kemarin, perdebatan terjadi begitu lama ketika kami membahas kasus di atas beserta kedua argumen yang ada. Saya cuma duduk, mendengar apa yang rekan-rekan saya bahas dan perdebatkan, hingga akhirnya kami pulang karena sudah terlalu larut dan pembahasan tentang kasus tsb harus ditutup.

Bagi saya pribadi, saya melihatnya sebagai "kesalahan manusia". Seringkali kita tidak berani menghadapi resiko yang ada setelah kita bertindak. Bagi saya, kemanapun anda melangkah, cara apapun yang anda tempuh, di sana pasti akan ada resiko yang harus anda tanggung. Semua tergantung bagaimana cara anda dalam menghadapi resiko yang tercipta karena keputusan anda.

Akan ada banyak hal yang mengerikan ketika anda harus bertindak jujur dalam setiap apa yang anda kerjakan. Namun, tak jarang saya menemukan hal yang begitu baik terjadi ketika anda benar-benar jujur dalam mengerjakan suatu hal. Terkadang anda hanya terlalu takut untuk berbuat jujur karena pikiran anda yang mulai meraba-raba resiko yang mungkin terjadi ketika anda harus jujur. Tetapi saya yakin Tuhan melihat apa yang kita perbuat, ketika kita jujur dalam keadaan terdesak, Tuhan pasti bertindak.

Jujurlah, berusahalah jujur dalam setiap apa yang kita lakukan. Nampaknya itu sulit, dan mengerikan ketika kita membayangkan resiko-resiko ketika kita harus jujur, tapi Tuhan tahu dan jangan sampai anda kalah dengan pikiran anda, Tuhan anda lebih besar dari apa yang anda pikirkan. Tuhan pasti bertindak bagi anda. Percaya dan lakukan :)