Pages

April 2, 2013

Seberapa hormatkah anda ketika berada di rumah-Nya?

Suatu hari, saya mengantar mama saya untuk berbelanja ke sebuah swalayan yang ada di kota saya. Namun ada sedikit hal yang menggelitik saya ketika saya masuk untuk kesekian kalinya ke swalayan tersebut, yaitu adanya tulisan "Toko ini dilengkapi dengan CCTV! Mencuri akan dikenakan sesuai hukum yang berlaku!". Jika saya perhatikan, tampak di deretan kasir, ada beberapa LCD TV yang terhubung ke semua CCTV yang terpasang di toko itu. Ya, dari sana si pemilik toko dapat melihat semua gerak-gerik pengunjung yang ada di tokonya, tanpa harus berkeliaran ke sana kemari.

Saat itu, saya coba memperhatikan salah satu LCD TV yang menunjukkan hasil rekaman CCTV di sebuah sudut di dalam swalayan tersebut. Iseng, saya berusaha mengenali sudut yang tampak di LCD TV tersebut dan saya menuju ke tempat yang saya yakini sedang direkam oleh sebuah CCTV yang tersembunyi. Saya bergegas menuju sudut yang saya yakini dan saya mulai berusaha mencari-cari di mana letak CCTV tersebut merekam sisi ruangan itu. Saya mencari dan mencari hingga terdengar panggilan dari orang tua saya, "Ayo kita sudah selesai, saatnya membayar ke kasir". Dan akhirnya saya mengakhiri pencarian CCTV dan tidak mendapati lokasi di mana CCTV itu berada. Selesai.



Hari-hari berjalan seperti biasa hingga sampailah saya pada suatu hari, hari di mana saya kembali beribadah dengan rekan-rekan seiman saya. Saya masih ingat, Firman Tuhan menegur setiap jemaat yang ada di sana, Firman Tuhan yang berbicara bagaimana kita menghormati Tuhan di dalam rumahNya. Tidak perlu ditutupi, semua tentunya sudah mengerti bahwa dewasa ini teknologi bisa dikatakan sangat mempengaruhi kehidupan kita.

Satu contoh yang mudah, membuka HP sewaktu ibadah. Oke, tampaknya ini hal yang sederhana, dan HP memang barang yang (mungkin) penting bagi anda. Tapi, yang menggelitik saya kembali, seberapa pentingnya HP kita jika dibandingkan dengan Tuhan kita? Ah, mungkin ini pertanyaan yang sulit dijawab..

Kita seringkali tidak menyadari dan mungkin tidak meyakini bahwa Tuhan sedang hadir ketika kita berada di dalam rumahNya. Kenapa? Mungkin jawaban yang paling mendasar adalah karena kita tidak bisa melihat wujudNya. Benarkah itu menjadi alasan anda sehingga anda mengabaikan Dia ketika anda berada di dalam rumahNya?

Saya kembali teringat waktu-waktu pada saat saya mengantar orang tua saya ke swalayan yang dilengkapi CCTV. Saya mengingat kembali, saya berusaha mencari dimana CCTV itu disembunyikan dan saya tidak menemukan. Mungkin orang lain juga melakukan hal yang sama dengan saya, atau mungkin sama sekali tidak. Namun satu hal yang dapat saya perhatikan dan saya tangkap setiap kali saya kembali ke swalayan tersebut. Hanya dengan sebuah papan bertuliskan "Toko ini dilengkapi dengan CCTV! Mencuri akan dikenakan sesuai hukum yang berlaku!", setiap pengunjung menjadi undur ketika akan melakukan pencurian di dalam swalayan tersebut. Coba pikir, kenapa? Sederhana, karena ada "mata" yang tidak terlihat yang mengawasi setiap pengunjung yang berbelanja di swalayan tersebut. Hanya dengan sebuah papan dan kalimat itu, orang menjadi "patuh" dan "takut".

Lalu, bagaimana dengan sikap kita di rumahNya? Apakah kita perlu memasang papan dengan tulisan "Ruang ibadah ini dilengkapi dengan mata Tuhan, bla bla bla.." untuk membuat anda menghormatiNya?

TIDAK. Kita tidak perlu papan dengan tulisan itu dan semacamnya. Tentu saja karena Tuhan selalu hadir di sana. Tak perlu papan dengan kalimat tersebut untuk membuat anda sadar akan kehadiranNya. Jikalau anda tidak berani mencuri di dalam swalayan yang dilengkapi dengan CCTV (yang mungkin bisa anda bodohi), seharusnya anda juga tidak mencuri-curi waktu untuk melakukan hal lain ketika anda berada di rumahNya, dimana Dia selalu melihat gerak-gerik anda dan tentunya anda tidak akan pernah bisa menipu Dia.

Sudah hormatkan anda dengan Dia? Semoga ini menjadi perenungan bagi setiap kita. Tuhan Yesus memberkati :)