Pages

January 7, 2013

Materi atau Maknanya?

Lukas 21 : 1 - 4
1Di Rumah Tuhan, Yesus melihat orang-orang kaya memasukkan uang ke dalam kotak persembahan.
2Ia melihat juga seorang janda yang sangat miskin, memasukkan dua keping uang tembaga.
3Lalu Yesus berkata, "Dengarkan: janda ini memasukkan lebih banyak dari semua yang lain.
4Sebab mereka semua memberi dari kelebihan hartanya. Tetapi janda ini, sekalipun sangat miskin, memberikan semua yang ada padanya yang diperlukannya sendiri untuk hidup."

Pada liburan tahun baru 2013 - 2013, saya bersyukur bisa jalan-jalan ke Singapore bersama +Connie Patricia Setiawan  . Saya juga bersyukur, di tengah-tengah liburan tersebut, saya masih bisa hadir di gereja walau ada banyak godaan untuk tidak ke gereja pada saat itu :) Saya pergi bersama Connie ke gerejanya pak Stephen Tong. Hmm, saya cukup bisa menyesuaikan diri, karena model ibadahnya tidak jauh berbeda dengan apa yang saya terima di gereja saya di Indonesia. Ada banyak hal berkesan dalam liburan saya, dan juga ada hal berkesan dari kunjungan saya ke gereja di sana, termasuk juga dengan Firman Tuhan yang saya dengar di sana. Ini adalah catatan singkat saya mengenai apa yang saya tangkap dan saya berusaha menarik kesimpulan.

Dalam sesi khotbah, diceritakan bahwa jaman sekarang teknologi begitu maju dengan pesatnya dan ada dampak negatif yang terkadang tak kita sadari dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh kemajuan teknologi ini. Apa itu? Saya menangkap itu sebagai "hal praktis". Maksudnya?

Teknologi sekarang ini sungguh sangat membuat banyak hal yang dulunya sulit atau ribet untuk dilakukan menjadi lebih mudah atau bahkan lebih cepat atau mungkin lebih sederhana. Itu positif! Ya, tetapi terkadang kita tak sadar bahwa model "praktis" itu terbawa dalam sisi kehidupan kita yang lain, apalagi itu terbawa ke dalam gereja. Hmm, begini maksudnya:
  1. Baptis. Tak jarang kita mendengar ada yang mengatakan bahwa baptis percik tidak sah, harus baptis selam, dlsb. Sebenarnya yang penting itu caranya atau maknanya?
  2. Anggur perjamuan kudus. Ada juga yang sempat memperdebatkan soal anggur dalam perjamuan kudus, bahwa anggur yang diberikan harus anggur asli tidak boleh rekayasa atau mungkin sekedar sirup anggur. Yang penting anggurnya atau makna perjamuan kudusnya?
Apakah kita selama ini terjebak dalam hal itu? Saya tidak ingin menyalahkan suatu pihak atau ingin bersitegang dengan pihak manapun. Ini jadi bahan refleksi bagi diri sendiri saja.

Seperti halnya yang tertulis di Lukas 21 : 1 - 4. Bukan apa yang dipersembahkan yang penting, tetapi ketulusannya lah yang penting. Bukan materinya, tapi maknanya! Semoga bisa menjadi perenungan bagi setiap kita. Tuhan memberkati.