Pages

June 20, 2012

Love, come and go #2

"..Selesai juga akhirnya..", begitu kata Adi di dalam hatinya setelah menulis surat cinta pertamanya yang ditujukan kepada Lina. Hal berikutnya yang harus dipikirkan oleh Adi adalah bagaimana memberikan surat itu dan kapan saatnya memberikan surat itu? Tak mudah memang bagi Adi, karena menulis surat cinta baginya masih merupakan hal yang tidak biasa, apalagi bila diketahui oleh teman-temannya. Seperti kata banyak orang tua pada umumnya, "..kecil-kecil kok sudah jatuh cinta..".

Hari yang ditunggu tiba juga dan lagi-lagi, Adi belajar dari apa yang dilakukan oleh Sia di kesempatan sebelumnya. Mudah saja, di jam istirahat dimana kelas dalam keadaan sepi, Adi dengan perasaan was-was menaruh surat cinta yang dibuatnya ke dalam tas Lina. Pelan-pelan, sambil menoleh kesana kemari, waspada apabila ada teman yang tiba-tiba datang dan memergokinya. Daaaaan, sampailah Adi di meja Lina, ditaruhnya surat itu ke tas Lina dan lega-lah dirinya. Seperti sebuah bom telah dijinakkan. Hahaha, segera Adi melangkah keluar kelas dan memulai istirahat-nya dengan sisa waktu yang ada.



Apa lagi yang ditunggu si Adi? Tentu saja waktu pulang sekolah! Yang diinginkan Adi hanyalah segera sampai di rumah dan menunggu. Adi berharap ada suatu kabar dari Lina, kabar yang mungkin menjadi reaksi Lina bahwa Lina mengetahui ada surat di dalam tas sekolahnya. Adi menunggu dan menunggu..

"..Kriiiing kriiiing...", suara telpon rumah berbunyi juga. Tak lama, terdengar suara mama Adi memanggil Adi bahwa ada telepon dari seseorang. Siapa lagi, tentu saja Lina yang menelepon. Maka percakapan di telepon itu menjadi percakapan yang konyol dan sedikit memalukan. Percakapan yang awalnya hanya biasa-biasa saja, tiba-tiba bersambung ke soal surat di dalam tas Lina dan siapa yang menulisnya. Tentu saja dengan malu-malu, Adi mengakuinya di telepon dengan berbisik. Adi sangat malu bila apa yang dilakukannya diketahui oleh papa dan mamanya. Pembicaraan keduanya berlangsung tak lama hingga telepon itu ditutup... Perasaan Adi? Gembira! Baginya itu sebuah keberhasilan mengetahui bahwa suratnya dibaca oleh Lina. Tak sabar Adi menunggu keesokan harinya.


Esok hari pun tiba dan jam istirahat-pun tiba. Seperti biasa Adi tetap beristirahat, tetapi ada hal berbeda yang dilakukan Adi setelah bel tanda istirahat usai berbunyi. Adi segera masuk ke kelas, dan dia mengecek tas sekolahnya, melihat apakah ada balasan surat dari Lina. Dan hari itu, ada sepucuk surat dari Lina! Wow, melihat tanpa mengetahui isinya saja sudah sangat menggembirakan bagi Adi. Dan begitulah awal surat-menyurat antara Adi dan Lina dimulai, sedangkan Sia mungkin terbingung-bingung menunggu balasan surat dari Adi? Mungkin Sia berpikir, apakah surat yang pernah ditaruhnya di dalam tas Adi terbaca oleh Adi atau tidak.. Apa yang harus dilakukan Sia? 


..to be continued..