Pages

May 17, 2011

Tujuan berikutnya? Kemana?

Dalam menjalani kehidupan, kita semua pasti memiliki angan-angan atau hal yang ingin diwujudkan. Sebut saja mudahnya visi. Ya, setiap kita pastinya punya visi dalam hidup kita bukan? Saya sendiri juga punya visi untuk hidup saya. Apa saja? Banyak! Contohnya ingin sukses dalam karir, berhasil dalam persoalan, dan untuk hidup, saya pikir saya ingin hidup tercukupi, cukup makan, cukup minum, cukup beli sayur-mayur buat masak (dan masih banyak lagi). Hahahahaha.. :D Banyak yah?

Saya pikir, setiap orang pasti memiliki visi dan mungkin visi anda mirip-mirip dengan visi saya, ingin lulus, sukses dan masih banyak lagi. Visi bisa dikatan sebagai sesuatu yang ingin anda raih, sesuatu yang ingin anda wujudkan dan anda dapatkan. Coba pikirkan visi kalian sejenak.

Pada umumnya, visi kita berhubungan dengan masa depan kita. Tetapi, ijinkan saya bertanya, pernahkah kalian berpikir akan visi kalian setelah kalian meninggalkan dunia ini? Apa yang akan terjadi? Bagaimana dengan segala hal yang telah anda raih di dunia ini? Dan, pikirkanlah baik-baik, akan kemanakah kalian setelah meninggalkan dunia ini?
Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sempat diajukan ke saya pada saat saya retret Pemuda Zion di kota Batu, dan saya ingin membagikan hal ini kepada para pembaca tentunya. Memang, pertanyaan itu membuat saya berpikir keras. Kenapa? Tentu saja karena visi saya sebagian besar adalah tentang masa depan saya di dunia ini. Memang, sebagai orang beriman, kita harus percaya dan saya percaya bahwa tempat tujuan kita adalah surga, rumah Bapa yang kekal. Ya, kita harus memiliki iman tentang hal ini.

Saat ini coba bayangkan, jika memang anda yakin bahwa anda akan masuk ke surga kelak, andaikan Bapa berdiri di depan pintu surga dan engkau datang ke hadapan-Nya dan Bapa bertanya kepada mu:
Hal apa yang harus membuat Ku mengijinkanmu untuk masuk bersama-sama dengan aku ke dalam rumah-Ku?
Jika pertanyaan seperti itu diajukan kepada kita kelak, apa yang akan kita jawab? Apakah kita akan menjawab hal-hal baik yang telah kita lakukan di dunia ini? Seberapa banyak hal baik yang telah kita lakukan di dunia? Jika ada hal baik, bagaimana dengan hal buruk yang telah kita lakukan? Bagaimana dengan dosa kita di dunia?

Mari kita berandai-andai. Andai dalam sehari anda bisa menjadi orang yang sangat baik, dalam sehari anda hanya berbuat 3 dosa (bisa apa saja, contoh: dengki, amarah, dendam, dkk), anda sudah bisa dibilang cukup hebat. Tetapi mari kita hitung bersama..
1 hari = 3 dosa
1 bulan  = 3 x 30 = 90 dosa
1 tahun = 90 x 12 = 1080 dosa
Dan kira-kira, berapa lama anda ingin hidup di dunia ini? 70 tahun? 80 tahun? Ambil contoh saja 70 tahun, maka yang terjadi adalah..
70 tahun x 1080 dosa = 75600 dosa!
Banyak sekali bukan?! Padahal seperti yang kita tahu, rumah Bapa di surga adalah rumah yang suci, dimana tiada dosa setitik pun. Andai saja satu orang boleh membawa 1 dosa ke sana, apa jadinya rumah tersebut jika ada ratusan juta umat manusia di dalamnya?

Bagaimana dengan perbuatan baik? Apakah perbuatan baik kita bisa menggantikan dosa-dosa yang telah kita perbuat? Sekali-kali tidak, dosa tidak bisa digantikan dengan kebaikan yang kita perbuat. Lalu bagaimana dong? Bukankah Bapa kita Maha Kasih dan Maha Pengampun? Bukankah Dia pasti mengampuni kita? Emmm, tetapi Bapa kita juga Bapa yang Maha Adil. Bagaimana dong?

Berbicara tentang keadilan, paling gampang ya berbicara soal pengadilan di dunia ini. Kalau kita tahu ada hakim di dunia ini pada saat persidangan, tentu saja jika terdakwa memang bersalah, maka sebagai hakim yang adil, hakim harus memberikan hukuman yang setimpal dengan apa yang terdakwa perbuat. Begitulah keadilan di dunia ini ditegakkan! Tidak peduli walaupun terdakwa sudah mengaku bersalah, hukuman tentunya harus tetap dijatuhkan, karena prinsip keadilan tersebut.

Lalu bagaimana dengan kita? Bapa itu Maha Kasih tetapi dia juga Maha Adil. Tampaknya ini dua hal yang bertentangan bukan? Kita bersalah dan kita berdosa, seharusnya Bapa menghukum kita karena dia adalah Bapa yang Maha Adil, tetapi di sisi yang lain Dia adalah Bapa yang Maha Kasih dan dia bisa mengampuni kita semua. Lalu bagaimana gambaran sebenarnya dari Bapa kita yang Maha Kasih dan juga Maha Pengampun tersebut?

Ya, kita selalu sulit mencari sosok yang bisa kita jadikan gambaran untuk menjawab permasalahan ini. Hampir tidak ada sosok yang mungkin bisa dipakai untuk menjelaskan hal ini. Jawabannya? Kita tidak perlu mencari sosok tersebut! Kenapa? Karena Dia sendiri yang telah berkarya di dunia ini! Jika Dia sendiri yang berkarya, mengapa kita harus mencari sosok lain?

Kita memang manusia yang tidak luput dari dosa, dan kita seharusnya tidak layak berhadapan dengan Bapa kita. Tetapi Bapa kita adalah Bapa yang Maha Kasih dan Maha Pengampun. Kita yang penuh dosa, kita harusnya yang dihukum! Tetapi? Dia, Dia rela mengirim anak-Nya yang tunggal, menjadi korban penebusan atas dosa-dosa kita. Kenapa? Karena Dia sangat mengasihi kita dan di sisi yang lain, hukuman atas dosa tetap harus ditegakkan. Benar-benar keadilan dan kasih itu ditunjukkan bukan? Inilah karya-Nya yang terbesar bagi kita anak-anak-Nya.

Kita diangkat menjadi anak-Nya dan dia adalah Bapa kita. Dia mengenal kita begitu dalam dan dia sangat mengasihi kita, tetap bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mengenal Bapa kita? Maukah kita mengenal lebih lagi tentang Bapa kita? Jika ya, maukah kalian mendengarkan apa yang ingin Bapa kita lakukan dalam hidup kita?

Sebagai seorang Bapa, dia pasti akan membimbing kita anak-anaknya menuju jalan yang sudah Dia rencanakan. Tetapi semua itu tetap tergantung dan kembali kepada diri kita masing-masing. Maukah kita mendengar-Nya? Maukah kita mengikut jalan-Nya? Firman-Nya nyata bagi kita setiap hari dan Firman Tuhan itu adalah yang menuntun kita sehari-hari. Pilihan tetap ada, ingin menerobos Firman Tuhan atau hidup sturut kehendak-Nya. Pilihan ada pada kita! 

Pikirkan baik-baik guys! Jangan menunda-nunda hal ini lagi. Karena kita tidak tahu kapan kita akan pergi dari dunia ini, oleh karena itu tentukanlah pilihan yang terbaik! Jangan salah memilih! Hiduplah seturut kehendakNya! Kenapa? Karena seorang Bapa tidak akan memberikan hal yang buruk bagi anak-anaknya. Rancangan-Nya jauh melebihi rancangan kita dan rancangan-Nya adalah rancangan yag sempurna!

Semoga menjadi berkat! :D God bless