Pages

November 15, 2012

2 anak memang cukup!

Buat yang sudah mikir2 pengen punya anak berapa, saran saya sih memang 2 cukup..

Simple ajah, kalau punya 2 anak, brarti 1 keluarga isinya 4 orang kan.. Bisa pake mobil kecil dulu alias city car yang cukup muat 4 orang, dan umumnya ga menguras uang di masa masa membangun keuangan..

Ntar, kalo uda pada gede dan anak punya pasangan masing-masing, brarti 1 keluarga ada 6 kalo pas pergi bebarengan, nah bisa pake mobil keluarga tuh, pas deh 6 orang + 1 sopir.. Harusnya beli mobil keluarga uda ga seberat di awal dulu, karena kondisi ekonomi keluarga harusnya sudah tertata..

So, 2 anak cukup.. hahaha...!!

October 19, 2012

Membunuh perasaan

Di suatu hari yang tenang, seperti biasa, saya melakukan pekerjaan saya sehari-hari. Hari-hari yang saya jalani juga seperti biasa saja, percampuran hal-hal yang menyenangkan dan ada juga hal-hal yang tidak menyenangkan. Nah, yang jadi sorotan adalah hal-hal yang terkadang membuat saya sebal, marah atau mengkin galau (#eaaaa). Jadi saya mulai merenung dan berpikir..
Tak jarang, saya menghadapi hal-hal yang mungkin bisa dibilang kurang menyenangkan.., dan beberapa hal tersebut terkadang berulang dalam keseharian saya.. Bisa dibilang, saya sudah biasa-biasa saja menghadapi saat-saat atau peristiwa seperti itu.. Semacam, "I'm the winner! Sudah biasa seperti itu.., alias sudah kebal".

Tapi saya coba berpikir ulang, apakah itu baik?? Kebal dengan sebuah hal, khususnya hal yang kurang menyenangkan atau tidak menyenangkan. Kalau dipikir-pikir lagi, kebal itu bisa dibilang saya telah "membunuh" perasaan saya terhadap hal tersebut. 

Membunuh perasaan? Saya pikir ini bukan hal yang baik. Ya, hal ini seringkali tidak disadari seseorang. Dan saya pikir tidak seharusnya saya membunuh perasaan saya, karena bisa saja dibilang saya acuh tak acuh dengan apa yang saya hadapi. Tapi saya juga bingung sendiri, terkadang ada situasi dimana kita tidak bisa menyelesaikannya, sehingga harus acuh tak acuh..


Entahlah, saya bingung juga lama-lama.. Tapi saya pikir, jikalau mungkin, lebih baik tidak membunuh perasaan kita. Kenapa? Karena menurut saya, itu akan terlihat lebih natural :)

Anda punya pendapat? Boleh share di comment jikalau ada.. :)

September 9, 2012

Bukan kita, tapi karena anugerah-Nya!

Saya mengingat sebuah sesi persekutuan bersama dengan Pdt. Irwan Pranoto yang bertema besar tentang pelayanan. Beliau sedikit bercerita tentang bagaimana gugupnya ketika beliau pertama kali berkhotbah saat menjalani masa studinya di sebuah seminari Alkitab. Kira-kira, beginilah yang beliau ceritakan pada saat itu..

Di saat harus berkhotbah pertama kali, rasanya dug-dug-dug, bisa nggak ya.. Sebelumnya berdoa dulu sama Tuhan supaya diberi hikmat dan pimpinan dalam memberitakan Firman Tuhan.. Tak lama kemudian, khotbah selesai dan setelah ibadah selesai, ada yang berkata kepada saya,
Pak Irwan, tadi bagus lho khotbahnya..
Setelah itu, saya masuk ke kamar, bersujud kepada Tuhan, berterima kasih untuk pimpinan Tuhan. Itu semua adalah anugerahNya semata.

1 kalo khotbah, deg-deg-an. 2 kali, masih ada gugupnya. 3 kali, 4 kali, 5 kali dan seterusnya lama-lama..?


Itu adalah cuplikan singkat dari apa yang saya dengar dari pak Pdt. Irwan Pranoto.

Umumnya, jika kita sudah seringkali melakukan sesuatu, perasaan takut, gugup akan semakin kecil atau bahkan hilang. Tapi, hati-hati. Di saat kita tidak lagi merasakan perasaan semacam itu lagi, kita seringkali lupa dengan Tuhan. Merasa diri bisa mengatasinya sendiri, tidak lagi seperti dulu. Dan akhirnya, kita tidak meminta pimpinan Tuhan.


Apakah kita masih selalu ingat akan Tuhan saat kita melayani? Apakah kita masih ingat bahwa Tuhan yang mengijinkan, yang memampukan, dan yang memberikan anugerah itu untuk kita melayani? Atau mungkin kita sudah lupa dengan semua itu selama kita melayani Tuhan? Semoga ini bisa menjadi pengingat untuk setiap kita. Tetaplah bersandar padaNya dan bersyukurlah senantiasa. Tuhan memberkati!

September 7, 2012

Pelayanan

Apa yang anda pikirkan pertama kali saat anda membaca judul postingan kali ini? 
Pelayanan
Emang, kenapa dengan pelayanan? Ok, mari kita lihat dari kehidupan kita sehari-hari dulu..

Hari ini, teknologi terus berkembang. Jika kita mencoba sejenak membandingkan tentang hari ini dan hari di beberapa waktu yang lalu (1 tahun lalu, 10 tahun lalu, dst..), semuanya tampak berbeda tentunya. Kalau dilihat-lihat, hari ini semua pada tau, kenal atau mungkin gila dengan yang namanya teknologi. 



August 31, 2012

New target, revealed!

Sekolah? Sudah..
Kuliah? Sudah..
Dan kini saatnya bekerja..

Ya, saat di bangku kuliah, saya selalu berpikir bahwa jika kuliah saya selesai, maka beres sudah, hanya tinggal bekerja dan sudah. Sederhana sekali pemikiran saya. Mungkin pemikiran itu muncul karena sudah lama berada di bangku pendidikan.

Kalau dulu, duduk di bangku sekolah, saya masih punya target seperti naik kelas, nilai ulangan bagus, dan masih banyak lagi. Selanjutnya saat di bangku kuliah, rasanya tidak jauh berbeda. Mendapatkan indeks prestasi yang membanggakan, mendapatkan ilmu yang saya suka, berhasil dalam setiap mata kuliah yang saya ikuti, dan lain-lain. Jadi, dulu saya berpikir, kalau sudah selesai kuliah kan kerja tuh, kayaknya uda gak bakalan ada target-target lagi seperti yang saya alami di bangku pendidikan itu..

Kini sudah ada kira-kira 4 bulan saya terjun di dunia kerja dan pemikiran saya berubah lagi. Ternyata tidak sesederhana seperti yang saya pikirkan dahulu. Target-target baru muncul dengan sendirinya saat saya terjun di dunia kerja. Bagaimana tidak muncul, target itu adalah soal masa depan saya. Bagaimana saya survive di kehidupan saya dengan skill yang sudah saya punya.

August 26, 2012

SEABS Youth Camp 2012 - Living as GOD's people! #4

Yesaya 49 : 15 - 16

Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.
Janji Tuhan untuk setiap kita. Tuhan tidak pernah melupakan kita, walau apapun yang terjadi. Bahkan dia menuliskan engkau di telapak tanganNya! Sungguh luar biasa, dia senantiasa mengingat kita.

Living as GOD's people, hidup dengan tidak lagi membawa beban. Karena Tuhan berbicara, "..datanglah padaku yang letih, lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu..".

Mari hidup sebagai umat Tuhan, mau menjadi terang dan garam di tengah-tengah masyarakat. Bersama kita nyatakan karya Tuhan di muka bumi!


August 25, 2012

SEABS Youth Camp 2012 - Living as GOD's people! #3

Surat untuk Tuhan - 20 Agustus 2012
Tuhan Yesus, terima kasih untuk pengampunanMu yang telah Kau berikan padaku sekali lagi ya Tuhan. Terima kasih telah menjadi Bapa yang mengingat kami sebagai ciptaan dengan tujuan yang baik. Luar biasa!! Terima kasih juga karena tidak lupa sedetikpun dengan saya! :)
Komitmenku, saya mau lebih baik lagi Tuhan. Saya mau bertumbuh, memiliki perkembangan iman di dalam Tuhan, walau jatuh, tapi saya mau berusaha dan untuk naik lebih tinggi lagi! Bantu saya ya Tuhan, maka saya pasti bisa :)
And I want to live as GOD's people!! 
Salah satu surat yang saya tulis di satu malam di camp kali ini. Saya ingat akan apa yang saya dapatkan ketika saya membaca kembali surat yang saya tulis ini.

Melalui apa yang dapat kita temukan dalam kitab Pentateuch, kita bisa melihat bagaimana Tuhan menuntun bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dengan segala hal yang boleh terjadi di tengah-tengah bangsa Israel. Berulang-ulang kali bangsa Israel melanggar perintah Tuhan. Namun melalui semuanya itu, kita bisa melihat bahwa Tuhan adalah Tuhan yang panjang sabar. Sungguh kesabaranNya tak terhingga terlihat saat bagaimana Tuhan memelihara bangsa Israel yang seringkali mengeluh itu.

Tuhan bisa saja menghukum mereka. Tuhan bisa saja menghukum setiap kita pula. Namun Tuhan tidak melakukan itu, karena Dia mengingat tujuan utama saat Dia menciptakan kita. Tuhan menciptakan kita manusia dengan tujuan yang begitu baik, dan Dia akan senantiasa memelihara hidup kita umatNya. Percayalah padaNya dan kau tidak akan pernah dikecewakan olehNya. :) Karena Allah tidak pernah tinggal diam saat kita menghadapi dan menjalani sesuatu. Yang Dia ingin adalah, kita hidup sesuai dengan rencanaNya. Rencana Allah = KemuliaanNya dinyatakan di seluruh bumi.

Jadi, hidup sebagai umat Allah = hiduplah dalam rencanaNya. Sudahkah anda masuk dalam rencanaNya?

SEABS Youth Camp 2012 - Living as GOD's people! #2

Living as GOD's people. Itulah yang seharusnya menjadi hal yang paling utama di dalam hidup ini. Melalui camp ini, saya belajar mengenai panggilan Tuhan dalam hidup seseorang. Materi diambil dari kitab Pentateuch (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan), tentang bagaimana Tuhan menyelamatkan umatNya, dan semua hal itu dihubungkan dengan dunia masa kini, dengan umatNya di jaman ini.

Sal`h satu yang membuat saya terkesan dan tak bisa menahan air mata, saya dapatkan dari sebuah sesi di camp ini. Sebuah video yang sungguh mengingatkan kembali betapa baiknya dan betapa perhatiannya Tuhan kepada kita umatNya.


Ya, Tuhan tak akan pernah mengecewakan kita umatNya. Segala yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita memiliki maksud yang ada di luar batas pengetahuan kita. Tuhan ingin kita belajar melalui apa yang terjadi dalam hidup kita, dan bagaimana kita percaya sepenuhNya pada Tuhan.

Salah satu kalimat yang saya dapatkan saat mengikuti sebuah sesi di camp ini yang sangat menggugah saya kembali dari "tidur panjang" saya:
..Tuhan tidak pernah memiliki plan B. Tuhan punya satu rencana yang sempurna untuk setiap hidup umatNya..
Thanks GOD. Nyatakan karyaMu bagi umatMu. Amin. :)