21 tahun. Bagi saya, 21 tahun ini merupakan waktu yang bisa dikatakan cukup untuk mengenal siapa diri saya dan memahami kepribadian dalam diri saya. Sungguh, 21 tahun yang penuh warna saya jalani, dan banyak pelajaran berharga dalam menemukan siapa diri saya yang sebenarnya.
Masih teringat jelas, saya bukanlah seorang yang menonjol di bangku sekolah. Apabila berbicara tentang prestasi saya selama 6 tahun di sekolah dasar, mungkin saya adalah anak yang tidak terlalu diperhitungkan. Sempat saya bertanya dalam diri, akan jadi apakah saya? Tenggelam dalam kebingungan masa kecil, itulah saya. Namun, saya tahu 6 tahun itu tidak berlalu begitu saja dengan sia-sia. Saya menemukan sedikit kepribadian dalam diri saya melalui bagaimana cara papa dan mama mengasuh saya di masa kecil.
Menginjak bangku Sekolah Menegah Pertama di sebuah sekolah yang cukup ternama di kota saya cukup membuat saya gentar. Mampukah saya? Mungkinkah saya? Hari-hari itu saya jalani, sembari mencari jejak-jejak yang akan membawa saya untuk menemukan kepribadian saya yang sebenarnya. Memang tak mudah, namun kehadiran teman-teman memberikan secercah cahaya kepada saya dalam menemukan pribadi saya. Bersama mereka, saya mampu dan kuat untuk menghadapi apapun..
Menembus 3 tahun di bangku SMP dan saya segera memasuki bangku Sekolah Menengah Atas. Persahabatan, pertengkaran, kasih, benci, bahagia, sedih.., semuanya membukakan mata dan pikiran saya tentang hidup dan pencarian jati diri saya. Semua itu terakumulasi satu-per-satu, membentuk pikiran untuk mengerti diri saya sesungguhnya.